Photobucket - Video and Image Hosting

September 13, 2006

Kuliner ke Warung Daun

Filed under: Kue kering - cookingdiary @ 8:35 am

    Sudah lama juga tidak posting. Sebenarnya bukan sudah jarang membuat kue, masih kok hanya saja tidak serutin sebelumnya yang bisa setiap minggu. Masalah standart yaitu soal waktu yang terbatas. Apalagi semenjak kedatangan 2 keponakan lucuku. Kalau dulu masih bisa nyempet-nyempetin buat kue pagi hari sebelum ke kantor buat bagi-bagi di kantor, sekarang harus mengantar Echa-keponakanku ke sekolah, jadi waktu untuk buat kue terpakai dech. Tapi tetap senang sich mengingat besarnya rasa sayangku pada anak-anak kakak tertuaku yang sementara harus berpisah dari ibu-nya yang harus bertugas di luar kota itu. Postingan kali ini aku mau cerita soal pengalaman kulinerku saja ya. Tadi malam, aku dan keluarga besarku pergi makan malam bersama dalam rangka merayakan ulang tahun papaku. Papa juga sebenarnya berulang tahun pada tangal 11 September 2006, namun karena menunggu kedatangan kakakku dari Jambi maka acara makan-makannya ditunda dulu. Baru terwuud hari Selasa tepatnya tadi malam itu.

    Sore hari setelah ditelpon sama mamaku yang memintaku memutuskan mau makan dimana asalkan tidak tempat yang biasa kami kunjungi atau tidak jauh-jauh, alias ditengah-tengah antara rumahku dan kantorku. Agak panik juga soalnya mama telponnya sudah dekat-dekat waktu magrib, paniklah aku ditanya mau makan kemana. Alhasil setelah tanya-tanya teman dapat beberapa rekomendasi di daerah Santa (Wolter mongonsidi dan sekitarnya).

    Karena daerah Santa itu lumayan dekat dari kantorku, aku datang lebih awal, sambil mutar-mutar siapa tau menemukan tempat makan yang menarik, ternyata semua masuk biasa-biasa saja, karena aku sempat turun melihat-lihat beberapa rumah makan. Akhirnya kuputuskan menunggu di “Warung Daun” saja seperti rekomendasi teman kantorku yang menurut temanku lumayan namun cukup mahal. Mahal asal sesuairasa aku pikir bukan masalah.

    Namun rupanya pradugaku melenceng agak jauh. Ternyata (menurut lidah ku lho), antara rasa dan harga kurang seimbang. Bayangkan kami sekitar 12 orang dewasa dan 2 orang anak kecil totalnya menghabiskan uang sekitar Rp. 1.000.000,-! Sedangkan bila dibandingkan dengan rasanya, bukan tidak enak, tapi kurang ‘nendang’ dan kurang ‘mak nyes’ untuk ukuran masakan mahal. Memang menu yang kami pesan bervariasi namun menurutku tetap kurang sebanding. Menu yang kami pesa antara lain ikan gurame bakar bumbu pedas, ikan gurame bakar kecap manis, ikan gurame goreng 2 buah, udang bakar 2 porsi, ayam goreng rempah 4 potong, cumi goreng tepung 2 porsi, cah kangkung belacan 1 porsi, tumis genjer 2 porsi kecil, sayur asem 2 porsi, karedok 1 porsi, lalapan 1 porsi samba khas Wadung daun, dan minuman juice untuk 12 orang.

    Dari segi rasa, ikan bakar bumbu nya kurang terasa, rempahnya dan bumbunya kurang mantab, ikan gorreng guramenya juga kurang kering digorengnya, kecil lagi ukurannya. Sayur asemnya kurang enak, bahkan rasanya cenderung anyep mendekati hambar bukan asem seperti namanya, yang lumayan tumis genjer oncom, tapi dibandingkan milik ‘Dapur cobek-Bandung” tidak ada apa-apanya sich. Cah kangkungnya lumayan juga, tapi sambal balacannya agak asin, karedoknya buatku lumayan enak, paling tidak memberikan adanya “rasa” di lidah dibandingkan menu-menu yang lain, itu-pun aku dapat sisa-sisa setelah habis dilahap keluargaku mengingat hanya pesan 1 porsi saja. Kalau ayam goreng rempahnya menurut adikku asin dan kurang rasanya, begitu juga dengan cumi goreng tepungnya, jangan-jangan yang masaknya mau kawin hehehe…

    Paling tidak minuman yang aku pesan dan berbeda dari tempat manapun biasanya lumayan menghibur rasa kecewaku. Aku memesan Belberry juice, yaitu campuran antara belimbing dan strobery. Hummm..nikmat dan melegaka rasa haus (apa karena aku memang haus karena harus menunggu keluargaku?hihihi). Satu lagi yang mengobati rasa kecewaku (atau kami sekeluarga yach?), yaitu bonus beras organik sebanya 8 kg karena melakukan pembelian makanan kelipatan Rp 500.000,-. Lumayan, secara beras organik harganya cukup mahal dibandingkan beras biasa.

    Penilaian diatas berdasarkan lidahku dan keluarga secara subjektif, karena lain orang bisa lain lidah tentunya akan lain penilaian. Jadi, aku tidak bisa mengatakan kalau RM. Warung Daun tidak enak untuk semua lidah orang. Kecuali aku pergi makannya dengan orang-orang yang bukan keluargaku, dimana kalau bukan dari garis keturunan dan kebiasaan makan yang berbeda hari-harinya, untuk selera juga pasti berbeda. Namun biasanya, seleraku dan teman-temanku juga tidak jauh berbeda, so..bisa artikan sendirikan?

    Saranku sich, kalau ingin makan jenis masakan Sunda, better choose another recommendation dech! Salah satu yang paling aku rekomendasikan hanya saja agak jauh untuk orang Jakarta adalah “Dapur Cobek”. Sampai sekarang aku masih terkangen-kangen sama “Genjer cah oncomnya” yang benar-benar nikmat menggoyah lidah. Hummm…jadi ingin kembali ke Bandung….

August 15, 2006

Tiramisu Bday fur Riska

Filed under: Cakes & Pastry - cookingdiary @ 10:25 am

Dear diary,

Photobucket - Video and Image Hosting

Rabu minggu lalu, 9 Agustus 2006, Sahabat di kantor Bday ke 25. Dia pesan tiramisu cake buat dibawa ke kantor. Humm…jadi tertantang, padahal baru sekali bawa tester tiramisu ke akntor itupun dengan cake dasar yang rada bantet pas bday Eki kemarin. Alhamdulilah, karena tau pesanan kali yach, jadi si adonan jadi bersahabat. Kalau kata temen2 kantor yg makan itu tiramisu-mengutip kata2 Ika "Sukses!", soale dia yang tukang beli tiramisu di toko cake klo ada yang bday, jadi cukup tau mana yang sukses sama yang nggak.


Photobucket - Video and Image Hosting

Berbeda dengan tiramisu uji coba Bday Eki dulu. Kali ini karena pesenan aku buat rada special. Yaitu cake genoisenya dibuat berlapis, trus pinggiranya pake "lady finger" yang udah disiapin jauh2 hari. Trus ngga lupa pake whipe crea atasnya dibentuk bulet2 kayak yang dijual di toko2 cake, taburin bubuk kayu manis n kopi dech.

Taraaaa….nggak jauh beda sama yang di toko kan secara penampakan?hwuehehe..

Dari segi rasa, aku boleh GR nich, kata anak-anak kantor sih "Enak Rie"..Alhamdulillah…

Hayo sapa yang penasaran mau coba juga, sila pesen sama Jeunk Rie ;)

Salam
Jeunk Rie 

August 4, 2006

MY 1st Fondant cake

Filed under: Cakes & Pastry - cookingdiary @ 8:36 am
Photobucket - Video and Image Hosting
 

Dear Diary,
 
Well, ALhamdlilah dapat pesenan lagi, mayanla buat pemula. Kali ini adikkuw sendiri yang pesen cake. Sebenarnya dia pesen Stroberi cheese cake yang bentuknya "LOVE", ya sudah aku buatin. Tapi karena hasrat penasaran sama fondant cake,  alhadil, malam tadi juga berperang sama dapur membuat fondant cake berbagai macam bentuk. Sebenarnya fondant cake yang dibuat bermacam2 dan yang dibuat buat bonus ke Eki adekkuw itu fondant cake berbentuk taman yang ada rumah kecil trus terdapat kolam mungil berjembatan dengan 2 bebek kuning, antara rumah ada anak perempuan dan mobil mungil, ntuk foto menyusul yach. Selain itu, Jeunk Rie jga buat tas, bola totol ijo, mobil mini, tempat tidur lengkap dengan bantal2lnya, kado hias pita pink, buku tumpuk berpita ungu, kelihatannya banyak padahal mini2 gitu, hihihi..hasil bisa dilihat pada pictures.

Photobucket - Video and Image Hosting

Untuk cake didalamnya, Jeunk Rie pake sponge cake cokelat resep dari Mbak Fat NCC hasil kursus hwuehe, ga sia2, cakenya perfect nggak bantet alias sponge abeezz…ih Narsis sendiri..hwuhehe…

 

Bahan sponge :

8 butir telur sedang (aku pake 7 karena 1 bijinya rada gede hehehe)
200 gr tepung terigu
200 gr gula kastor
10 gr maizena
15 gr bubuk cokelat cocoa
mentega 100 gr lelehkan
emulsifier 1 SDM 

Cara :
- Kocok telur, gula & emlsifier hingga kembang
- masukkan tepung, bubuk cokelat & maizena perlahan sambil diayak, aduk rata
- Masukkan mentega leleh, aduk rata
- Masukkan dalam loyang, baking 45 menit, 185 derajad celcius
- Stelah matang hiasi dengan berbagai macam gula icing warna-warni 

Siap dinikmati

Salam

Jeunk Rie 

August 3, 2006

Tiramisu Ketan Kukus

Filed under: Cakes & Pastry - cookingdiary @ 10:24 am

Dear diary,

Hari ini keinginan buat kue datang lagi, sempet mikir sedari pas lagi sahur, donut lucu juga kan belum pernah diposting blog walau dah pernah bua juga, tapi take time buatnya, apa yan bisa dibuat enak, unik dan belum pernah dibawa ke kantor…kir mikir, sambil jogging baru ngeh kalau aku punya tepung ketan item di ruma. Kenpa juga nggak buat tiramisu kukus dikombinasi sama tepung ketan item?…Alhasil makin dipercepat jalan joggingnya, sangking pengen buru2 buat hehehe…

Sampai rumah, buka-buka resep lagi, nemu dech resep asli TIKUS dari tabloid saji, hummm, nekadz aja mau combine sama tepung ketan item, tepung terigu yang seharusnya 240 gr aku kurangin sedikit untuk diganti sama tepung ketan itemnya. Alhamdulilah sukses juga walau ngebagi adonan untuk ketan item sama tiramisunya ga rata hwuhehe…klo kata yg padacoa siy "Endang markonah" alias enak…boleh dicoba..

Satu resep dapat banyak banget potongan segiempat kecil2, so…isa 1/4 bagian buat di rumah, 1/4 bagian buat lantai 2, 1/4 bagian redaksi, 1/4 nya lagi bagi 2, 1/2nya buat k’Ika, 1/2 nya lagi buat STevany yang aku kasih karena merasa "dosa" ngga sempet jenguk…("Met Sembuh Ya!").

Photobucket - Video and Image Hosting Photobucket - Video and Image Hosting

 

Bahan dasar :

8 butir telur
200 gr gula pasir
2 std emulsifier 

Bahan adonan ketan kukus :

Tepung ketan 50 gr
Tepung terigu 70 gr
Susu cair 60 ml&margarin 60 gr lelehkan bersama

Adonan tiramisu :

Tepung terigu 120 gr
Cairan kopi (kopi 2 sdm+60 ml air panas) & margarin 60 ml dilelehkan bersama

Rasa : meses

Cara :
- Kocok gula, telur, emulsifier hingga mengembang
- bagi 2 adonan
- 1/2 bagian ditambahkan acmpuran tepung terigu&ketan item secara diayak, aduk rata
- masukkan lelehan margarin&susu, aduk rata, masukkan dalam loyang 22 x22 x 4 cm yang diolesi mentega & dilapisi keras roti, kukus selama 10 menit, lalu tambahkan meses diatasnya, kukus kembali 5 menit
- Adonan 1/2 satunya, masukkan tepung terigu, aduk rata, lalu masukkan lelehan kopi cair & margarin, aduk rata.
- Masukkan adonan ini kedalam adonan ketan item yang sudah ditaburi meses dalam kukusan, lalu kukus selama 20 menit.
- Siap dinikmati 

Salam

Jeunk Rie 




Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph